Senja Yang Menyimpan Nama
Karya: Agavitha Friskalinda WogaDi ujung langit yang perlahan meredup,
Senja menuliskan namamu dengan cahaya jingga.
Angin membacanya pun lirih,
Seolah takut kenangan itu kembali terluka.
Aku belajar bahwa tidak semua yang indah ditakdirkan untuk menetap.
Ada yang hanya singgah,
Yang mengajarkan bahagia sebelum berubah jadi rindu.
Setiap matahari pulang ke peraduannya,
Aku mencari bayangmu di antara awan yang kehilangan warna.
Yang kutemukan hanya diam,
dan langit yang pandai menyembunyikan air mata.
Barangkali semesta memilih senja,
agar aku mengerti
bahwa kehilangan tak selalu bersuara.
Ia hadir sebagai langit yang memerah,
lalu menggelap,
Meninggalkan namamu tetap hidup
di sudut hati yang tak pernah pulih.
Karena sejak itu,
Senja bukan lagi tentang akhir waktu,
Melainkan tentang seseorang
yang tak lagi bisa kugenggam,
Namun tak pernah berhasil kulepaskan.
Kabor, 09 Juli 2026