Warna yang Tak Lagi Sama
Karya: Rafiqa Yuna NovianaDi antara jingga yang perlahan memeluk cakrawala,
kutemukan rindu yang tumbuh tanpa suara.
Kusimpan namamu pada embusan angin senja,
sementara debur ombak menjadi saksi
kepergian yang tak sempat mengucap selamat tinggal.
Sejak saat itu, hari-hariku kehilangan warna.
Jingga yang dahulu hangat kini perlahan memudar,
menyisakan sunyi yang hanya mampu kupeluk sendiri.
Namun, kenangan tentangmu tak pernah benar-benar pergi.
Ia menetap seperti cahaya terakhir yang enggan tenggelam.
Kubiarkan angin membawa namamu,
bukan untuk dilupakan,
melainkan agar rinduku belajar ikhlas,
dan aku tetap mencintai senja,
meski warnanya tak lagi sama.
Sangatta, 3 Juli 2026