Payung di Teras
Karya: Almira Imla Nur'ainiAku dibentangkan diatas kepalamu,
setiap kali langit runtuh menjadi hujan.
Kupikir cukup menjadi teduh
agar namaku menetap lebih lama
daripada musim-musim yang lewat.
Namun ternyata, hujan gemar memilih ironi.
Di bawah lengkung tubuhku sendiri,
aku kehilangan seseorang yang bahkan tak akan mengenal namamu seandainya aku diam.
Saat itulah aku memahami.
Tidak semua yang dipilih
ditakdirkan untuk melindungi.
Sebagian hanya dilahirkan menjadi teduh
bagi kisah yang tidak pernah menjadi miliknya.
Di luar masih tetap hujan, namun saat ini aku merasa hatiku yang basah.
Banten, 9 juli 2026