Serpihan Kenangan yang Tak Lagi Sama
Karya: Yuliana JahraDan semesta kembali mempertemukan kita di bawah rintik hujan yang sama.
Hujan yang dahulu terasa begitu hangat. Hujan yang pernah menjadi alasan mengapa perjalanan terasa lebih singkat. Kita tertawa bersama, membiarkan rintiknya membasahi bahu tanpa sedikit pun merasa terganggu.
Namun waktu rupanya pandai mengubah banyak hal.
Hari ini, di bawah hujan yang sama, aku tak lagi merasakan kehangatan itu. Setiap tetes yang jatuh seolah membawa kenangan yang perlahan menyesakkan dada. Sebab kini kita adalah dua insan yang telah memilih arah yang berbeda.
Kini, hujan menjadi saksi perpisahan yang tak pernah benar-benar siap kita terima. Ia menyaksikan dua hati yang pernah saling menggenggam, lalu perlahan belajar saling merelakan.
Dan di antara gemuruh serta rintik yang jatuh tanpa henti, aku akhirnya mengerti bahwa tidak semua yang pernah dipertemukan ditakdirkan untuk tetap bersama.
Bogor, 22 Juni 2026