Senja
Karya: Wulan darma yantiSatu Jingga Setelah Kepergianmu
Tuan, andai kau tahu,
di ujung senja, langit perlahan melepaskan warnanya.
Seperti jingga yang sejak tadi bertahan,
akhirnya runtuh pada pelukan malam.
Aku memandangnya cukup lama,
di bawah lengkungannya yang mulai redup.
Aku masih menjadi atma yang keras kepala,
memunguti sisa-sisa remahan hangat yang sempat kauruntuhkan.
Engkau tahu?
Setiap senja selalu mengingatkanku;
bahwa tidak semua yang datang ditakdirkan untuk tinggal.
Dan seperti cahaya, menghangatkan hari-hari yang dingin,
lalu pergi tanpa meninggalkan alamat pulang.
Aku masih berdiri di tempat yang sama,
mengumpulkan sisa terang yang jatuh dari langit.
Barangkali hidup memang demikian;
mengajarkan kita mencintai,
lalu perlahan mengajarkan cara melepaskan.
Sebab di ujung senja, aku mulai mengerti,
kehilangan tidak selalu berarti berakhir.
Kadang, ia hanya cara semesta
mengubah pertemuan menjadi kenangan.
Kolaka 22 juni 2026