Ambang Mega Merah
Karya: Yulfia Harinis MaulidLangit robek di ujung barat
Merahnya bukan warna
Tapi darah senja
yang menetes pelan di atap rumahku
Aku duduk di pagar
dengan kaki menggantung
dan tangan mengepal
menahan kata yang tak terucap sedari pagi
"aku lelah menunggumu"
kau pergi seolah tak ada janji
petang datang tanpa permisi
cahaya terakhir itu menyapu wajahku
dengan alasan, akan datang ia esok hari
pada waktu yang berbeda
kau datang sama cantiknya
namun gelap ini sangat menyiksa
karena bau tanah itu telah terbawa angin
menandakan langit akan menangis hari ini
kau hilang dalam gelap awan hitam
yang entah kapan bisa berakhir
petangmu menunggu kau pulang
namun ku setia menunggu kau datang
Malang, 17 Juni 2026