Rekaman Pias di Langit Merah
Karya: Nabila Yumna FadhilahRiuh sekitar seketika padam oleh kalimat
Bukan teriakan atau tumpahan mata yang menyambut
Namun pencernaan menyesakkan yang menelan sadarku
Bahwa kau takkan lagi menjadi tempatku menguap rindu
Aku menggigil dikunyah sesal
Dihantui getaran yang merampas tubuh
Mengejar waktu agar bisa merengkuhmu
Mengapa harus ada selasar antara kita?
Kau tiba di ranah terakhirmu
sedang aku masih tertahan jarak
Bisikan hati yang kian menggema
Berharap dapat mendekapmu untuk masa terakhir
Namun alam tampaknya tak menggubris
Kau telah lebih dulu diselimuti bumi
sedang aku di sini, mengecap penyesalan
Saat uluran dekapan yang tak melegakan berdatangan
Langit kian memerah
Merekamku tertunduk atas keputusasaan
Membiarkan setumpuk ingatan mengoyakkan dada
Melumat habis kepergianmu dengan pias
Aceh Barat, 16 Juni 2026