Yolita Anselmia Paso - Megatruh Senja di Ujung Saujana (Lirika 10)

📅 Juni 17, 2026

Megatruh Senja di Ujung Saujana

Karya: Yolita Anselmia Paso


Di lengkung langit yang mulai berdarah, aku bersila
Mendengar parau debur ombak memecah karang dunia
Kulihat engkau di sana, memahat tawa di atas pasir fana
Menjelma binar paling merona, di bawah tatapan sangaskara.

Sore itu, parasmu adalah sajak yang enggan pudar
Berlari mengejar angin, tanpa tahu ada hati yang bergetar
Namun aku tahu diri, engkau adalah senja yang berpijar
Hanya ranum untuk dipandang, bukan takdir untuk dijalar.

Cinta tak pernah tumbuh subur di tanah yang sepi
Ia butuh dua pasang akar untuk saling mengikat janji
Maka kukembalikan jemariku pada saku sendiri
Menerima takdir bahwa mengagumi tak bersanding dengan memiliki.

Larilah, wahai bait favorit yang pernah singgah
Kejarlah dermaga asmara yang selalu kau ceritakan dengan megah
Aku rela menjadi penonton di ambang petang yang luruh
Merayakan bahagiamu, dalam pelukan ikhlas yang utuh.

Kini malam menjemput, jingga perlahan mati
Kau melangkah pergi, membawa separuh memori
Aku tetap di sini, tersenyum pada sunyi yang menari
Sebab mencintaimu adalah seni melepaskan yang paling suci


Maumere 14 juni 2026