Datang Tanpa Janji
Karya: FebriyantiAwan mulai menghitam,
rintik-rintik turun membasahi tanah.
Terkadang petir dan guntur bergemuruh,
menjadi tanda akan hadirnya dirimu.
Saat kau turun,
kadang dengan curah yang begitu deras,
kadang pula disertai angin
yang berhembus kencang.
Ada yang sangat menyukai kehadiranmu,
bahkan rela membasahi tubuhnya,
berlari-lari di bawahmu
untuk menikmati setiap tetesmu.
Namun setelah itu,
kau juga dapat membuatnya jatuh sakit.
Terkadang kehadiranmu yang berlangsung terus-menerus
menyebabkan banjir dan longsor di berbagai tempat.
Terkadang pula kau datang secara tiba-tiba,
tanpa mampu diprediksi oleh siapa pun.
Sungguh,
kau adalah hujan yang penuh kejutan,
hadir membawa kesejukan,
namun juga menyimpan kekuatan yang tak terduga.
Samarinda, 20 Agustus 2025