Berteduh yang sia-sia
Karya: NursehatiKupejam kan mataku,
membiarkan tetes hujan menyelimuti sedihku.
Bisikan riuh di kepalaku,
tertutupi suara merdu tetesan hujan.
Aroma tanah basa seakan bercerita,
mengingatkan pada luka yang menganga.
Ada takut yang kurasa,
pada kenangan yang hujan bawa.
Hujan kali ini tak bersahabat,
ia seakan mengejekku lewat gemuruh.
Kurasa berteduh pun percuma,
karena lukaku kembali mengaga.
Jogja, 25 Juni 2026