Senja Bernama Dia
Karya: Nur AlsyaKamu datang kalem, tanpa suara badai,
tapi asikmu memecah sepi yang lama membeku.
Pekamu pada tawa orang lain,
diam-diam menjahit retak yang tak pernah kusapa,
menyembuhkan luka yang bahkan tak pernah kamu tahu.
Mata teduhmu indah seperti senja di ujung hari,
ademnya meredam ribut yang lama di dada.
Senyum tipismu, lengkung emas tanpa janji,
suaramu, alunan senja ketika angin mulai pulang,
membisikkan tenang pada malam yang ragu.
Indah kamu, seperti senja yang tak meminta dipuji,
hanya jatuh perlahan, lalu membuat langit bersujud.
Aku tahu rasa ini bukan milikku seutuhnya,
bolak-balik ia oleh Allah, Sang Pemilik arah setiap rona,
Sang Penentu jatuh dan bangun setiap harap.
Jika senja harus tenggelam, biarlah.
Asal izinkan aku belajar tenang dari kepergianmu,
belajar peka dari diam yang meneduhkan,
dan menitip rindu ini... hanya dalam sujud yang paling rahasia,
tempat segala cinta kembali pada pemiliknya.
Maros, 17 Juni 2026