Terjangan harapan
Karya: NADIA WULANJika awan mendung saja menggambarkan kekecewaan
Maka rintikan hujan pun menggambarkan kesedihan
Sama seperti seorang anak yang berusaha berprestasi
Namun dihadang oleh ekonomi
Apakah aku bisa menjadi pelangi
Setelah hadirnya hujan
Ditengah badai dalam kehidupan yang ku alami
Sungguh tidak mungkin aku bisa melewati terjangannya
Aku tahu berharap tanpa aksi itu hanyalah halusinasi
Namun ku usahakan aksi yang nyata hanya untuk mereka bangga
Tapi apa, bukanlah sebuah apresiasi yang ku dapat
Namun hanyalah kemarahan yang didapat
Aku tahu mereka marah bukan karena aku berprestasi
Tetapi mereka marah hanya karna memikirkan ekonomi
Jika aku jadi ibu tak yakin bahwa aku bisa sekuat ibu
Jika aku jadi ayah tak yakin bahwa aku sesabar ayah
Setiap aku ceritakan mimpiku
Bahwa aku ingin melanjutkan sebuah pendidikanku dan mengangkat derajat mereka
Namun mereka hanya berkata:
"Nak, sukses tidak harus dengan melanjutkan pendidikan"
Mendengar perkataan mereka dalam benakku
Ku yakinkan hatiku bahwa dengan aksi yang nyata dan jiwa yang teguh maka akan menjadi sebuah bukti yang kuat
Tetapi untuk sementara,aku hanya bisa berharap dengan semesta
Entah aku yang menjadi sarjana
Ataukah aku hanya bisa bermimpi tanpa aksi yang nyata.
Majalengka, 17 Juni 2026