Maha Karya Tuhan...
Karya: Muhammad Imtyaz Najah Zamzammi AlfarabiSenja, apakah saat menciptakanmu Tuhan membasuh cakrawala dengan ketenangan, lalu memerasnya perlahan di batas pandang manusia, hingga menetes warna-warna yang tak pernah ditemukan dalam kamus mana pun?
Di ufuk barat, matahari menggulung lembar cahaya terakhir seperti penulis tua yang menutup kisahnya,
meninggalkan bara warna pada bibir awan yang belum selesai berdoa.
Cahaya tidak sedang padam, ia hanya pulang membawa rahasia yang terlalu agung untuk dititipkan pada siang.
Bukan sekadar pergantian waktu yang fana,
Ini adalah orkestra sunyi tanpa suara.
Gumpalan awan terbakar dalam sepi yang merona,
Menghidupkan kuas Sang Pencipta di jagat raya.
Burung-burung melintas seperti huruf-huruf terakhir yang ditulis langit sebelum malam menutup kitabnya,
sementara matahari menunduk khidmat,
seperti hamba yang bersujud pada Penciptanya.
Cirebon, 19 Juni 2025