Anik Hailaqhari - Yang Membasuh di Selasar: Zhafira, 2007 (Lirika 10)

📅 Juni 19, 2026

Yang Membasuh di Selasar: Zhafira, 2007

Karya: Anik Hailaqhari


Hujan datang tanpa bersera-sera,
seng tua mendalangi bunyi yang basau
dan menggurui peron-peron sekolah.
Cara jatuh memperkenankan siasat.
Lukisan kaki usang sepanjang selasar,
latisan pulang menatap gadis hujan
yang terbilang petang.
Sediakala tampak lebih luput.
Lantai merambat bertabur liang.
Rayuan tanah memikat aroma
dan perkara yang tatkala
rampung di lubuk dada.
Biru langit mengerut oleh awan.
Pepohonan membungkuk bahu.
Sebaliknya, waktu berputih tulang.
Tanpa sebutan yang diruangkan.
Siapa tahu hujan
sungguh mereka angan
demi mendengungkan perasaan
yang lengang bagi akal lidah.
Tampang pudar dari pandangan.
Namun, tidak berselisih ingat:
Adakalanya, tanah tak sampai bersua hujan.
Lamun tidak dari kerinduan.
Dan bila selasar kembali kering,
mengapa rintik hujan namamu
masih lancang mulut mengaung
pada tiap hujan yang singgah?


Jambi, 16 Juni 2026