Anatomi Air Mata Hujan
Karya: Marcella Yuana BoimauAku adalah arsitek dari segala yang runtuh.
Langit mematahkan tulang rusuknya sendiri,
menjadikanku belati cair yang menghujam bumi.
Bukan untuk membasuh,
tapi mengeja retak di tempurung kepalamu.
Akulah satu-satunya aku di rahim badai.
Melahirkan genangan yang berfungsi sebagai cermin purba,
tempat kau dipaksa melihat iblis yang kaupelihara.
Sebab aku tidak jatuh dari awan;aku diperas dari penyesalan paling pekat yang kaubungkam.
Ketika tubuhku pecah di atas batu,
kau akan mendengar detak jantungmu yang melambat.
Mengalir ke pori tanah,
menjadi darah bagi ingatan yang coba kaukubur hidup-hidup.
Kupang, 10 Juni 2026