Waktu yang Berwarna Tembaga
Karya: NUR FADILA ERIZA PUTRIDi tepi langit yang mengatup pelan,
senja menaruh jubahnya pada angin.
Warna-warna berjatuhan seperti pesan
yang lupa kepada siapa harus singgah.
Burung-burung menulis garis terakhir
di halaman udara yang mulai redup.
Sementara matahari, tanpa pamit,
menyembunyikan namanya di balik cakrawala.
Ada sungai membawa serpih tembaga,
mengalirkan bayang-bayang ke hilir waktu.
Tak seorang pun tahu dari mana datangnya,
seperti mimpi yang enggan membuka pintu.
Langit menjadi ruang penuh teka-teki.
Awan memungut sisa cahaya satu demi satu.
Bumi, dengan wajah yang sunyi,
menyimpan rahasia pada lipatan debu.
Maka, ketika malam mengetuk perlahan,
aku mengerti pesan yang tak terucap itu:
bahwa yang paling indah sering berpamitan
tanpa pernah benar-benar berlalu.
Rokan Hulu, 13 juni 2026