Di Bahu Cakrawala
Karya: Fransiska Gaudensiana AbiDI BAHU CAKRAWALA
Senja menumpahkan jingga
di tepi langit yang perlahan menua.
Di bawah cahaya yang kian redup,
aku mendengar harapan-harapan kecil
berdenyut dalam diam—
dari tangan yang bekerja tanpa pujian,
dari mata yang menunggu perubahan,
dari langkah yang tetap berjalan
meski jalan tak selalu memberi kemudahan.
Senja mengajariku bahwa arti hidup
bukan tentang menjadi cahaya paling terang,
melainkan menjadi alasan
agar cahaya tetap menyala.
Maka aku memilih bertahan
di tengah ragu yang berkali-kali datang,
menjaga mimpi agar tidak gugur
sebelum mencapai tujuannya.
Sebab masih ada janji yang belum tuntas:
mengubah harapan menjadi kenyataan,
dan menjadi manfaat bagi sesama.
Seperti senja yang rela tenggelam,
aku ingin meninggalkan arti
sebelum malam mengambil seluruh langit.
Kefamenanu,18 Juni 2026