Kita di Ujung Senja
Karya: Ellis Silla AbinenoDi bawah senja yang perlahan jatuh, kita berdiri dalam diam yang tak selesai.
Cahaya jingga meredup seperti ingatan yang enggan pulang,
menyisakan tanya di langit yang letih.
Kita pernah percaya senja selalu membawa tenang,
namun kini ia memantulkan kegelisahan yang tak bisa dijelaskan.
Mengapa langkah kita terasa asing di bawah langit yang sama?
Kita memikul harapan yang tumbuh di mata orang lain,
menjadikannya kompas yang kehilangan arah di dalam dada.
Kapan kita mulai lupa mendengar suara diri sendiri?
Senja terus turun,
seakan mengajarkan bahwa tidak semua yang redup berarti hilang,
dan tidak semua yang hilang harus dikejar kembali.
Di antara cahaya jingga yang tersisa, kita belajar bahwa pulang bukan tentang akhir hari,
tetapi tentang berani kembali mengenali diri yang sempat tenggelam di dalam harapan yang bukan milik kita.
Lumajang, 15 Juni 2026