Lembayung Luka di Ujung Saujana
Karya: Aditia TampubolonKetika swastamita menyapa cakrawala yang kelam
Mendebat luka arcapada dalam remang yang meredam
Baskara merunduk, pamit menuju ranjang niskala
Meninggalkan pendar lembayung bagai bara menyala
Di ufuk saujana, sauh rindu kini ditambatkan
Menggugah renjana yang lama sekali disunyikan
Ada desir pilu yang luruh bersama angin jatmika
Saat mega berserah pada kilau sang kartika
Langit nilakandi perlahan menjemput sang gulita
Menghapus jejak harsa, menyisakan perih cerita
Atma yang gamang menatap garis batas buana
Tenggelam dalam refleksi pasrah yang berkelana
Sayup genta waktu terdengar mulai berdentang
Mengusir sisa kirana yang enggan untuk berpulang
Ugahari rasa merayap di dalam kalbu fana
Melahirkan seuntai aksama saat jiwa kian merana
Aram mulai pekat, merenggut paksa cahaya hangat
Menyisakan senyap yang memeluk sukma begitu erat
Namun memori swastamita ini tetap abadi terpahat
Kuat di dalam jagat
Deli Serdang, 15 Juni 2026