SITI NUR HALIPAH - Ketika Langit Belajar Melepaskan (Lirika 10)

📅 Juni 17, 2026

Ketika Langit Belajar Melepaskan

Karya: SITI NUR HALIPAH


Senja turun dengan mata sembab,
menumpahkan jingga yang hampir padam.
Langit menatap kepergian matahari,
seperti aku menatapmu untuk terakhir kali.

Tak ada yang benar-benar siap,
kehilangan selalu datang mendadak.
Kemarin masih ada namamu,
hari ini hanya gema yang tersisa.

Angin membawa suaramu pulang,
namun tak membawa dirimu kembali.
Aku memeluk kenangan erat-erat,
meski ia terus melukai.

Di ufuk yang perlahan gelap,
cahaya terakhir tenggelam sendirian.
Seperti harapanku yang karam,
tanpa sempat menemukan tujuan.

Aku ingin memanggil namamu,
namun langit lebih dulu menangis.
Jingga berjatuhan dari awan,
menjadi luka yang tak habis-habis.

Burung-burung pulang ke sarang,
sedangkan rinduku kehilangan rumah.
Ia berkelana sepanjang malam,
mencari seseorang yang telah tiada.

Malam datang tanpa belas kasih,
membawa sunyi yang begitu panjang.
Aku duduk bersama kesepian,
menghitung kenangan satu per satu.

Katanya waktu akan menyembuhkan,
namun waktu hanya mengajariku bertahan.
Sebab ada kehilangan tertentu,
yang tak pernah benar-benar sembuh.

Langit akhirnya merelakan matahari,
meski setiap senja ia kehilangannya lagi.
Dan aku akhirnya memahami,
mengapa hatiku terus terasa sepi.

Karena beberapa perpisahan diciptakan,
bukan untuk dilupakan atau digantikan.
Melainkan untuk dikenang seumur hidup,
sebagai luka yang belajar tersenyum dalam diam.



Garut, 15 Juni 2026