Yulia Arsitiya Marlina
Ambangkita duduk di ruang yang sama setiap hari,
saling menatap seperti dua orang asing
yang kebetulan menghafal nama satu sama lain
kau berbicara, dan aku mendengar,
tetapi suaramu berhenti di ambang makna,
tidak pernah benar-benar sampai
di antara kita, kata-kata berlalu seperti kereta,
datang tanpa henti, pergi tanpa jejak,
tidak satu pun memilih tinggal
aku pernah menyebut ini kedekatan,
sampai kusadari yang paling jauh
bukan mereka yang terpisah ruang,
melainkan dua orang
yang berdiri berdampingan
tanpa pernah benar-benar bertemu,
bahkan saat tidak ada yang pergi
Mataram, 4 Mei 2026