Karya: Winda Sari Hasibuan
Tuan
Kita sudah tidak bertemu pandang
selama bertahun-tahun, namun
satu pesan yang kaukirim itu,
berhasil mengukir senyum di wajahku
Tuan
Namamu selalu ku bisikkan pelan
di setiap litani yang ku panjatkan
terjebak di antara suara dan langit yang jauh
kau adalah asa sedekat nadi
Ku titipka renjana di ujung do'aku
membungkus setiap rindu yang membara
kau selalu ada, bagaikan bulan yang selalu hadir
di antara gelapnya malam
namun, tetap tidak bisa kugapai
Aku menyimpan rindu di setiap do'a
yang hanya bisa kusebut dalam hati
Tuan
Aku selalu menyisipkan asa di balik kata "Aamiin"
yang ku bisikkan di ujung do'aku, merakit harapan
yang tidak pernah bisa ku suarakan
Tuan
Kau selalu dekat di do'aku
maka, izinkan aku jadi pendengar yang tak tergesa
kala nestapa menghampirimu
aku selalu berada di belakangmu
menolehlah tuan jika kau berkenan.
Padangsidimpuan, 23 Mei 2026