Karya: Miranda Claudya
Dulu kita merajut cerita yang istimewa,
hikayat yang tak mungkin terulang masa,
rekaman abadi yang menetap di kepala,
hingga fajar duka itu tiba tanpa sapa.
Di balik dinding dingin yang kaku meratap,
kau terbaring, menahan nyeri yang menetap,
dalam rintih tipis, kau titipkan bisik bisik terakhir
sebuah peran terakhir yang menghentikan takdir
Kini, semesta seolah bermain rahasia,
memisahkan kita dengan sekat yang tak bersuara.
Kau sejauh langit yang tak tergapai tangan,
namun sedekat nadi dalam setiap ingatan.
Ragamu memang telah berpulang ke peluk bumi,
namun detak hatimu masih berumah di sini,
kenanganmu mekar di sela-sela sepi,
menjaga hatiku agar tak mati suri.
Yang tertinggal hanyalah rindu yang membisu,
kau pergi, mewariskan sepi yang menderu,
tiada lagi raga yang mampu kutemu,
hanya lewat doa, aku kembali memelukmu.
24 Mei 2026