Karya: Rayhan Rafif Aydin
"di jam lima - di jam lama
senja mulai sulit dieja-
sebagai jingga di kerut lelah pekerja"
Orang-orang pulang sarang menyeberang temaram, membingkai sesak kota menjadi potret kalap- dan aku Bu, masih setia memuarakan setiap harapanmu agar lekas bernyawa
Aku lelah berlayar dalam gelap realita ini Bu, tetapi kau tabah membaca arah doa-doa, sedang asaku terasa jenaka, kian kali menyulut jiwa hanyut di pengar nestapa
Namun dari pendar malam, aku selalu berjabat tangan dengan namamu, membahasakan setiap gusar lara dalam dada-
dan di setiap luruh percakapan kita Bu, aku giat menyusun retak puing-puing ingatan menjadi pahat hangat wajahmu, Bu
Aku ini hanya manusia bermata hujan Bu,
saban malam menjenguk restumu
mengalirkan deras harum namamu
- di altar semesta
Jakarta, 23 Mei 2026