Trivena Adelivi
Renjana Jarakdi antara jarak yang tak pernah kita ukur
kita tetap saling tinggal di tempat yang sama
dekat seperti napas yang mengendap di dada
namun jauh seperti langkah yang tak lagi searah
namamu masih berdenyut pelan di dalam kalbu
mengalun lirih bersama rindu yang tak sempat pulang
aku bisa merasakanmu dalam sunyi yang syahdu
meski waktu memisahkan kita tanpa suara
senja datang membawa warna yang setengah hilang
seolah mengerti tentang kita yang tak utuh
aku berdiri di ambang dekat yang terasa asing
sementara jauh perlahan menjadi kenyataan yang dingin
kita tidak benar-benar pergi
hanya tersesat di jalan yang berbeda
dan di antara jarak yang tak kasat mata
aku sadar kita tetap dekat
namun tidak lagi bisa saling sampai
Gorontalo, 3 mei 2026