Riuh yang menjelma arah
Karya: Shalima Isnaini PutriDi antara bising hari yang berjalan
Kami tumbuh perlahan dari langkah yang sederhana.
Ada lelah yang diam-diam disembunyikan
Ada mimpi yang tetap di jaga bersama
Berusaha bersama bukan sekadar kata, melainkan saling menguatkan dalam luka.
Kadang dipenuhi ragu dan kecewa
Kami saling menguatkan tanpa jeda
Riuh suara, doa, dan harapan,
perlahan menjelma arah yang terang.
Sebab perjuangan tak selalu tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang tetap berjalan meski lambat.
Dan pada akhirnya kami mengerti, kebersamaan adalah keberanian yang
paling berarti.
Banten, 18 mei 2026