Sunyi di Antara Kita
Karya: SuprianiLangkah kita masih beriringan meniti senja,
menatap langit jingga yang mulai kehilangan ronanya.
Namun ada seakan ada sekat yang tiba-tiba menerpa,
membuat kisah kita seolah kehilangan makna.
Engkau berdiri kukuh tepat di sisi kiriku,
membiarkan angin malam berembus kian membisu.
Sangat dekat hingga aku mampu mengeja napasmu,
namun terasa jauh melintasi pekatnya waktu.
Dahulu jemari kita saling bertaut begitu erat,
berbagi untaian mimpi yang indah memikat.
Kini tatapan matamu terasa begitu berat,
menyimpan rahasia yang perlahan kian menyekat.
Aku dan kau adalah dua raga yang enggan berpisah,
meski seisi dada telah lelah dipeluk gelisah.
Kita terdiam dalam kedekatan yang pasrah,
membiarkan rasa yang suci ini perlahan mulai goyah.
Bantaeng, 19 Mei 2026