Dekat Yang Tak Pulang
Karya: SERLIKita adalah sepasang sepatu
di rak-rak yang sama.
Setiap pagi saling melengkapi,
namun tak pernah menjadi kekasih sehati.
Aku adalah debu
yang setia tinggal di langkahmu,
sedang kau angin,
singgah lalu pergi.
Kita menempuh jalan yang sama,
menghafal tikungan dan hujan,
tetapi hati kita
bagai dua arah mata angin
yang tak pernah benar-benar bertemu.
Setiap malam menggantung sunyi
di tali-tali yang kusut,
dan aku mengerti:
dekat tidak selalu berarti pulang,
sebab beberapa rasa
ditakdirkan hanya berjalan berdampingan.
Pontianak, 13 Mei 2026