Jiwa-Raga: Tak Lagi Senyawa
Karya: SupriyadiKita sedang duduk di bangku yang sama
Memandangi langit yang sama
Namun, ada rasa yang tak lagi senada
Ada pertengkaran sunyi diantara kita
Matamu, sedang memandangi wajahku
Tanganmu, menggenggam erat jemariku
Namun, jiwamu sedang berkelana
Meninggalkanku sendirian, di ruang hampa
Dikala dekat, kita saling berpelukan
Dikala jauh, kita saling bermusuhan
Kita hanyalah dua insan asing, yang bersinggungan
Dalam diam, kita saling menikam perasaan
Disaat raga kita bersama,
Justru jiwa kita sedang bertengkar
Disaat bibir mengucap cinta,
Justru hati mengucap usai
Adakah yang lebih perih, dari semua ini?
Apakah ini arti dekat namun jauh?
Ataukah ini namanya dekat di mata, jauh di hati?
Entahlah... Tuhan yang lebih tahu, yang terbaik untukku.
Sukoharjo, 13 Mei 2026