Setapak Memori
Karya: Septian Aprilia RamadhanWaktu silih berganti tetap dijalani
Dengannya, lagi dan lagi
Pantaskah langkah ini tetap menyertai?
Ditengah bisingnya angan dan mimpi
Suaranya, terekam penuh dalam isi kepala
Seakan terus menetap disisinya
Dipenuhi tawa hari harinya
Bersamanya, ingin menggapai ujung dunia
Dan berdoa kepada sang esa
Selalu indah pada waktunya
Menemani arunika pagi harinya
Hingga sampai pada cakrawala, yang perlahan sirna
Sebuah pesan tersampaikan dalam kegelapan malam
Ruangan terasa fana
Seakan terjebak dalam hampa
Air mengalir, membawa kebahagiaan yang perlahan musnah
Wanginya pun terekam abadi di dalam kepala
Doa dan air mata, selalu menuju kepadanya
Berharap bisa tetap bersamanya, satu hari lagi
Tawa menjadi tak ada untuk saat ini
Langkah-langkah kaki, mulai menjauhi
Tetap melekat dalam kenangan
Namun tak dapat diraih dalam kenyataan
Mengikat perasaan gersang, dan tak kunjung menghilang
Mojokerto, 13 Mei, 2026