Karya: Rahel Patricia Manalu
Kasih Yang Tak Terucap
Ibu, engkau berada di sana,
namun tak pernah benar-benar menghilang dari jangkauan.
Suaramu yang menenangkan masih sering terdengar dari lubuk hati,
senyum hangatmu membekas dalam benakku.
Kita amat dekat, sedekat sapaan pagi.
Namun, aku merasa kita amat jauh,
sejauh langit membentang dan lautan tak berujung.
Ada berbagai kata yang hati ini ingin ucapkan,
tetapi hati memilih diam dalam keraguan.
Aku melihatmu setiap hari, setiap pagi,
disambut senyum hangatmu, Ibu....
Namun anehnya,
semakin kita merasa jarak di antara kita berkurang,
kita justru terdorong lebih jauh dari satu sama lain.
Mungkin aku sering membuat amarahmu melonjak,
namun dari lubuk hati, aku tahu engkau amat menyayangiku.
Hanya saja, kesalahpahaman yang terus melilit
selalu menghambat kita untuk saling memahami.
Ketahuilah, Ibu, bahwa aku amat mencintai dan menghormatimu
sebagai sosok ibu yang selalu mendukungku dalam keadaan apa pun.
Banten, 21 Mei 2026