Putri Indriani
Dekat dalam jarak, jauh dalam takdirKita berdiri di satu garis lapangan
Namun arah pandang kita tak pernah sama
Kau yang selalu jadi pusat sorak, sedang aku hanya menjadi bayang yang diam
Dekat, karena langit yang sama menaungi kita
Jauh, karena takdir menaruh nama kita di dua halaman yang berbeda
Kata belum sempat jadi doa,
Langkah belum sempat jadi janji,
Sedangkan aku hanya bisa menyimpan jarak itu dalam diam
Yang tidak menuntut pulang
Biar waktu menguji, biar lelah bersuara
Kita tetap saling menautkan, sebab tujuan kita satu nama
Jika kelak waktu memberi ruang
Biarlah usaha kita jadi jembatan
Sebab cinta yang layak, tumbuh dari keberanian untuk tetap dekat
Meski dunia memaksa kita berjauhan.
Binjai, 5 Mei 2026