Muhammad Hafis
Aspal Lebih Ramah dari ManusiaKaki kecil yang berusia sembilan tahun,
mulai kenal debu aspal jalanan,
keranjang yang dibawa sama besarnya dengan tubuh,
"Kue... gorengan... buburnya masih hangat."
Suara yang lirih melewati setiap lorong gang yang ada.
Di setiap jalan yang ditempuh,
aroma wangi kue gorengan serta bubur khas ibu
selalu membuat lapar di sepanjang jalan,
Untung rugi selalu diajarkan,
hinaan dan cacian selalu didengarkan:
"Kue kemarin kok masih dijual... ini basi!"
Dari hinaan, lapar, dan debu jalanan,
kami tetap berjalan meracik arti berusaha,
karena susah terasa ringan,
jika ditanggung bersama.
Sumatra Utara, 5 mei 2026