Kartografi Jarak yang Menipu
Karya: Muffida Alya RahmanDi antara anyaman kilometer khatulistiwa
sunyi menepi di balik riuh, yang menjelma samudra
sedang aku, bergelar musafir berkuda yang patah kompasnya
terus menggesek telapak bumi, mencari jalan menuju jiwamu
Kala dipenuhi musim-musim tak bernama
Kita barangkali sepasang titik koordinat dalam naskah aljabar yang tua
Saling menyapa melalui hitungan, namun menatap dengan logika yang hambar
Begitu dekat, seolah bahu kita bersandar pada cakrawala yang samar
Namun semesta diam-diam memindahkan jarak
ke tempat yang tak terjamah pandang
Raga memang pandai memperdaya dekat yang nyaris bersentuhan
Merajut sauh jiwa, yang nyatanya hanyalah fatamorgana
Kita sejajar bagai cakrawala dan garis lautan abadi berpandangan namun mustahil dalam dekapan
Duhai... Di seberang sana,
kau rajut hari-hari menjadi kehidupan
Sedang di sudut sini,
aku menampung bingung seperti bejana retak
yang tak selesai menadah hujan
Kau pernah bersenandung pada langkahmu bahwa aku ialah duniamu
namun kini kusadari,
barangkali aku hanya gema yang singgah di lorong napasmu
Dan getirnya...
aku pernah mengira dapat mendekap batinmu, selama tidur mendekap mimpi
Padahal kita sejak mula, hanyalah dua garis lintang
Berjalan berdampingan sepanjang zaman
Terlihat dekat dari kejauhan, namun tak ditakdirkan bergenggaman
Batanghari, 18 juni 2026