Asing di Satu Batang Pohon
Karya: Mahiramesa SaylaSang pemilik hati..
Terima kasih..
Atas karunia terindahmu kepadaku
Dengan menghadirkan setangkai bunga yang selalu menemani perjalanan hidupku
Kebaikannya laksana serbuk sari yang beterbangan
Ia tetap bertahan pada musim panas maupun hujan
Ribuan kata tak dapat diukir untuk rasa syukur
Langkah dami langkah kita rajut
Sebagaimana daun dan bunga yang selalu bersama dalam satu lingkup, yaitu pohon
Tatkala pohon tiba di kebun baru
Udara berhembus sejuk
Setangkai bunga itu masih ada, namun jiwanya tak lagi sama
Perlahan sekali, ia mulai menggugurkan daun yang ada padanya
Ia hadir dalam kebun, namun ia tak hadir dalam daunnya
Apakah daun sudah tidak berarti baginya?
Bukankah daun yang membuat bunga mekar?
Kebun telah mengubah aura sang bunga...
Haruskah daun pergi meninggalkan kebun itu?
Ngawi, 18 Mei 2026