MUCHAMAD RIZQY KURNIAWAN - Kami yang Ditanam Pertama (Lirika 9)

📅 Mei 05, 2026

 MUCHAMAD RIZQY KURNIAWAN

Kami yang Ditanam Pertama

Kami adalah benih yang tak pernah direncanakan,
jatuh diam-diam di tanah yang sama
menyatu dengan air,
meski tak pernah saling memilih.

Seperti padi dan sawah,
kami tumbuh dari diam yang panjang
saling menghidupi tanpa banyak kata,
saling menjaga tanpa pernah meminta.

Sawah tak pernah menolak pijakan akar,
padi tak pernah bertanya mengapa ia harus berdiri.
Begitulah kami
berbeda arah, namun ditakdirkan saling menahan runtuh.

Kami, anak pertama,
yang belajar kuat sebelum sempat mengeluh,
yang memanggul dunia
bahkan sebelum mengerti beratnya.

Aku menjadi tempatnya pulang
saat lelah menjelma lumpur di langkahnya.
Ia menjadi alasan aku bertahan
saat langit tak lagi memberi teduh.

Sejak pertama kali ditanam,
kami tahu
tumbuh bukan perkara mudah.
Akan ada ulat yang diam-diam menggerogoti,
tikus yang rakus mencuri harapan,
dan burung-burung yang tak pernah lelah mencoba merenggut.
Namun kami tidak tumbang.

Karena di antara lumpur dan luka,
kami belajar satu hal
bahwa bertahan bukan tentang seberapa kuat,
melainkan tentang siapa yang tetap kita genggam.

Dan jika kelak panen itu tiba,
bukan hasil yang akan kami hitung,
melainkan perjalanan yang tak pernah kami lepaskan,
kebersamaan yang kami rawat
meski dunia berkali-kali mencoba memisahkan.


garut,04 mei 2026