Karya: Paska Greta Petrisia Sianipar
Suara langkahmu terdengar saban hari,
mengetuk lantai rumah yang kita huni.
Kita berbagi dinding, ruang, dan meja makan,
namun terpisah oleh jurang tanpa jembatan.
Kau sibuk menatap lembar-lembar kertas kerja,
sementara aku terkurung di balik gawai membaca.
Hanya dehem kecil yang sesekali menyapa,
mengganti obrolan hangat yang lama sirna.
Ayah, kita sedekat nadi saat duduk berdampingan,
tapi sejauh bintang dalam hal perasaan.
Ada rindu yang tak sempat terucap di dada,
tenggelam dalam canggung yang kian meraja.
Kita adalah dua orang asing yang searah,
berbagi atap, namun kehilangan rumah.
Perdagangan, 24 Mei 2026