Maulana Irsyad Rafa Ramadhan
Di Samping MimpimuDi bangku kelas yang penuh suara,
aku selalu duduk dekatmu
dengan perasaan yang tak pernah selesai.
Kita belajar bersama,
mengeluh soal tugas,
lalu saling menyemangati
untuk mengejar masa depan.
Aku menyukaimu,
namun tak pernah cukup berani berkata.
Sebab aku merasa
hanya siswa yang sibuk mengejar prestasi,
bukan seseorang yang pantas dicintai.
Kau begitu indah seperti harapan,
sedang aku hanyalah
lelaki dengan nilai dan ambisi
yang tak pandai mengungkap isi hati.
Maka biarlah seperti ini
aku tetap berjalan di sampingmu,
menemani setiap usaha dan lelahmu,
meski namaku mungkin
tak pernah kau simpan di hatimu.
Tuban,09 Mei 2026