Mahdi Nabil Pulungan
AsingDi antara jarak yang tak pernah benar-benar terukur,
aku masih menyimpan namamu
di pesan yang tak pernah kukirim.
Kita pernah begitu dekat,
bahkan diam terasa cukup untuk saling mengerti,
seolah dunia berhenti di antara kita.
Namun waktu pelan-pelan menggeser arah,
tanpa suara, tanpa tanda.
Kini kita berdiri di sisi yang berbeda,
melihat satu sama lain
seperti dua orang asing yang pernah saling tahu segalanya.
Bukan karena tak ingin menyapa,
hanya saja keadaan sudah memilih jalannya sendiri.
Aku belajar merelakan tanpa banyak tanya,
meski rindu sering datang di waktu yang salah.
Dan akhirnya aku paham,
yang dulu terasa dekat
tidak selalu ditakdirkan untuk tetap tinggal,
dan yang menjauh…
kadang justru meninggalkan jejak paling dalam.
Medan, 5 Mei 2026