Karya: Imas Rahmawati
Aku pernah menaruh seluruh percaya
pada langkah yang kusebut kita.
Kubagi waktu, tenaga, bahkan luka,
agar perjalanan ini tetap bernyawa.
Aku bertahan sepenuh hati,
sementara engkau sibuk memetik arti
dari kebaikan yang tidak pernah kauhargai.
Aku memberi tanpa menghitung kembali,
dan engkau datang hanya saat sepi.
Kini tubuhku masih berjalan di sisi yang sama,
namun makna tidak lagi tinggal di sana.
Sebab berusaha bersama bukan berarti
rela menjadi tempat luka berulang kali.
Pengorbanan boleh diperjuangkan,
tetapi tidak untuk menjadikan diri korban.
Karena setiap hati pantas memperoleh kebahagiaan.
Bandung, 16 Mei 2026