Karya: Desi Herniasih
Angin malam berhembus tak menentu
Membawa wajah mu ke ufuk yang kabur
Ribuan kilometer jadi penghalang
Membawa jarak yang tak dapat terukur
Perihal waktu, dia lolos tanpa aba
Tenang, hening, dan sunyi
Sedangkan aku ribut dengan gejolak rindu yang hanya diam membisu
Tanpa tau caranya bertemu
Doa ku terperanjat siang dan malam
Menanti jarak yang tak kunjung usai
Menahan rindu yang tak henti bersemayang
Hingga bayanganmu tinggal sebagai gema yang bermuara
Gunung, laut, bahkan samudra
Mereka mampu membetang jarak dan rindu kita
Memberi gejolak rasa tanpa aba
Hingga sampai nanti di penghujung pertemuan kita
Aku masih berharap pada keindahan dirimu masih sama
Dengan kenyaman yang tak henti terpacar
Kepulauan Riau, 15 Mei 2026