Karya: Luh Sri Tatika
Jarak yang Bernama Lelah
Setiap luka yang ada di tanganmu
Selalu aku teringat betapa beratnya engkau bekerja
Peluh di dahi Ibu demi lembaran uang sekolahku
Menembus terik matahari, mengabaikan lelah yang membelenggu
Setiap kali kita duduk bersama
Aku selalu memandangmu
Ibuku yang terlalu lelah untuk mengobrol panjang
Hanya ada hela napas berat yang terdengar di keheningan ruang
Ada dinding tak kasat mata
Bernama lelah dan tanggung jawab di antara kita
Meskipun keadaan membuatku jarang bertukar cerita dalam
Kubiarkan rasa sayang ini mengalir diam-diam
Aku tahu setiap tetes keringat Ibu
Adalah bentuk cinta terbesar yang kauberi
Dan aku berjanji, di masa depan nanti
Akan kubayar semua lelahmu dengan kesuksesan yang abadi
20 mei 2026