Ibrahim Tando
Ibu, Dekat di Doa, Jauh di RinduAku melangkah pergi dengan tas penuh harapan,
meninggalkan rumah kecil yang hangat oleh kasihmu.
Di perantauan, kota terasa bising dan asing,
tak ada suaramu yang lembut memanggil namaku.
Ibu, kita masih dekat dalam doa yang kau panjatkan,
namun jauh dalam peluk yang tak lagi kurasakan.
Aku belajar menahan rindu di setiap malam,
saat lelah datang dan air mata jatuh diam-diam.
Kau selalu berkata, “Pulanglah dengan ilmu dan bangga,”
kata itu kini menjadi kekuatanku bertahan.
Meski langkahku jauh, hatiku tetap di rumah,
pada sosokmu yang tak pernah lelah mendoakan.
Ibu, jarak ini hanya sementara,
karena cintaku padamu tak pernah ke mana-mana.
Palopo, 3 Mei 2026