Karya: Harun Rahmadani
Frekuensi yang Terputus
Di layar ponsel ini, nama kita masih berada dalam baris yang sama,
terjebak dalam satu panggilan grup yang riuh rendah.
Aku bisa mendengar helaan napasmu,
bisa mengenali setiap nada tawamu,
tapi aku sadar, aku tak lagi punya kunci untuk masuk ke sana.
Aku ingin memanggilmu,
menyisipkan satu kalimat saja agar kau menoleh padaku.
Tapi kau terlalu asyik bercerita pada mereka,
membagikan tawa yang dulu hanya rahasia milik kita berdua.
Kini aku hanya pendengar yang asing,
menyimak duniamu yang tak lagi menyertakan namaku.
Rasanya begitu dekat, hanya satu sentuhan di layar ponsel,
namun untuk kembali, kita sudah sejauh perjalanan
yang tak mungkin lagi kutempuh sendirian.
Di grup ini, namaku dan namamu memang masih berdampingan,
tapi di kenyataan, kita sudah saling mengikhlaskan.
Wakoko,11 Mei 2026