Karya: Fatikhatur Rahmah
Di balik asrama tua itu, benih benih harapan tertanam.
Kita saling melawan arah,
Namun, memegang benang yang sama.
Asa yang sama ini
Menghantarkan kita, pada terangnya bintang.
Ada lekas mengerti ada pula yang meraba sunyi, kisah ini terus berjalan, menuju gerbang ilahi.
Kala daun berguguran, kasih hadir menjadi rumah.
Saat langkah ku terjatuh meniti arah, Cahaya datang menjadi petunjuk.
Kita berbagi madu dikala semi dan kelabu
Melangkah bersama melewati pekatnya badai.
Sudut ruang itu menjadi saksi, jeritan hati kita.
Bulan bintang itu
Menjadi saksi
Obrolan kita Dengan pencipta.
Demi asa yang terbimbing oleh ridho ilahi,
Kita rela menahan panasnya tempaan, menjadi emas murni yang suci.
Purwokerto, 23 Mei 2026