Rumah yang Tinggal di Seberang Pulau
Karya: FATHIMATHUZAROH MEY TANIASuara ibu masih tinggal di ujung telepon malam,
hangatnya seperti rumah yang tidak pernah benar - benar pergi.
Aku mendengar ombak Bali dari cerita yang berulang,
meski mataku hanya mengenal sunyi kamar sendiri.
Kami dekat melalui doa dan kabar sederhana,
tetapi waktu membuat jarak terasa begitu panjang.
Aku belajar menanak rindu tanpa air mata berlebihan,
belajar menjadi kuat di usia yang belum sepenuhnya dewasa.
Kadang aku iri pada pelukan yang dimiliki orang lain,
namun aku mengerti perjuangan tidak selalu hadir dalam bentuk kedekatan.
Ayah dan ibu berjalan jauh demi masa depanku,
sedangkan aku tumbuh memahami cinta dari kehilangan yang perlahan.
Malang, 6 Mei 2026