DINI OKTAVIANA LUBIS
Di Batas Tanpa SentuhKita berdiri di garis yang sama,
menatap arah yang tak berbeda,
namun langkah kita terasa asing
seperti dua bayang yang enggan menyatu.
Namamu begitu dekat di ujung bibirku,
mudah terucap namun sulit terasa,
seolah ada jarak yang tak kasatmata
menghalangi setiap makna yang ingin tiba.
Kita berbagi waktu yang serupa,
tawa yang terdengar sama,
tetapi hati kita berjalan sendiri,
membawa sunyi yang tak pernah dibagi.
Aku melihatmu, benar-benar melihat,
namun tak mampu menjangkau isi hatimu,
karena di antara kita terbentang ruang
yang tak bisa disentuh oleh rasa.
Mungkin kita hanya dua cerita
yang dipaksa berjalan beriringan,
dekat dalam pandangan,
namun jauh dalam kenyataan.
Parsoburan, 17 Januari 2026