NAZWA ALICIA SETIA ANZANI
Kita yang Tinggal dalam JarakKita yang Tinggal dalam Jarak
Dulu, kau adalah rumah
tempat tawaku pulang tanpa ragu.
Namamu tumbuh seperti hujan
yang menenangkan gaduh di kepalaku.
Kita duduk di bangku yang sama,
menatap langit yang serupa,
tetapi waktu perlahan berubah
menjadi tembok yang tidak bersuara.
Kini, sapamu hanya lewat angin,
singgah sebentar lalu menghilang.
Aku masih dekat dengan bayangmu,
namun hatimu terasa asing dan panjang.
Barangkali, tidak semua kehilangan
datang bersama perpisahan.
Ada yang tetap tinggal di depan mata,
tetapi menjauh di dalam rasa.
Bandung, 2 Mei 2026