Karya: M.Taufiqqurrokhman
Tembok Tak Terlihat di Antara Kita
Kita duduk pada kursi yang sama
Di bawah atap yang menaungi satu nama
Suaramu terdengar jelas, begitu nyata
Namun mengapa rasanya, bagai lintasan bintang yang berbeda rasi?
Aku bisa menghitung detak jantungmu
Bisa melihat senyum yang sering kau pamerkan
Namun ada ruang hampa yang kian melebar
Setiap kali kita mencoba saling memahami
Ada tembok yang tak pernah dibangun tangan
Tinggi menjulang, kokoh tanpa retakan
Terbuat dari diam, asumsi, dan kata yang tak sempat terucap
Membuatmu hadir di depan mata, namun hilang dari pandang jiwa
Kita adalah tetangga dalam satu rumah
Bertukar sapaan, namun tak bertukar rasa
Dekat secara raga, terhalang seluas semesta
Oleh tembok tak kasat mata yang kita bangun bersama
Jombang, 15 Mei 2026