Audra Aprilia Kolo
Tembok Kaca Antara KitaKita satu ruangan tetapi jaraknya menelan waktu
Ada kaca bening yang menelan suaraku
Aku melihatmu napas kita saling menyapa
Namun tiap kata mati sebelum sampai ke kamu
Tangan hampir menyentuh tetapi ditolak kaca
Bayangan kita bersisian di lantai yang sama
Kita berbagi tawa tetapi cerita patah di tengah
Berbagi udara tetapi namamu tak pernah kusebut
Dekatnya hanya sejengkal jauhnya seumur hidup
Rindu yang kubuang selalu pulang ke dada
Mungkin kita memang ditakdirkan jadi saksi
Saling mengenal saling mengerti tetapi tak memiliki
Aku belajar merindu tanpa menyentuh
Menyebut namamu pelan agar dunia tak dengar
Karena di antara kita ada tembok kaca
Bening tetapi tak pernah bisa kubelah
Kupang, 04 Mei 2026